Bangkit Dari Banjir Bandang, Warga Batua Cacang Disambangi Gubernur Mahyeldi Dalam Safari Ramadan 1447 H

banner 468x60

PIKIRANSUMBAR.com – Tim Safari Ramadan 1447 H, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyambangi Mushalla Nur Taqwa Batua Cacang, Nagari Subarang Paninggahan, Kecamatan Junjuang Sirih, Kabupaten Solok, Minggu (22/02/2026).

Mushalla tersebut saat ini menjadi lokasi ibadah sementara bagi masyarakat, menyusul rusaknya Masjid Jabal Nur akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025 lalu. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan simbol nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kehadiran Gubernur bersama rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, S.Sos., M.Si., para asisten, kepala OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Camat Junjuang Sirih, serta para wali nagari di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya mewakili Bupati, Wakil Bupati Solok menyampaikan bahwa sejumlah program pemulihan pascabencana telah dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada rapat sebelumnya. Ia menjelaskan, Dusun Batua Cacang menjadi satu-satunya wilayah di bagian utara Kecamatan Junjuang Sirih yang terdampak cukup berat.

“Alhamdulillah, pembangunan kembali masjid yang hanyut telah dimasukkan ke dalam program R3P Kabupaten Solok. Tim teknis sudah turun ke lapangan untuk memproses pembangunan kembali. Salah satu syarat bantuan adalah tidak mengubah nama masjid terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain memaparkan perkembangan rehabilitasi fisik, Wakil Bupati juga menyoroti komitmen sosial masyarakat Nagari Paninggahan yang dinilai layak mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Ia menyampaikan bahwa Nagari Paninggahan telah memiliki dua Peraturan Nagari (Perna) yang menjadi contoh dalam menjaga ketertiban sosial. Perna pertama adalah larangan penyelenggaraan orgen tunggal pada malam hari yang telah diterapkan selama kurang lebih 25 tahun. Kebijakan tersebut dinilai efektif mencegah konflik antarjorong yang sebelumnya kerap terjadi saat acara hiburan malam.

Perna kedua adalah Peraturan Nagari tentang Ketertiban Umum dan Antisipasi Penyakit Masyarakat. Regulasi ini lahir dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah tokoh masyarakat sebagai langkah konkret dalam mengantisipasi maraknya persoalan sosial. Nagari Paninggahan bahkan menjadi nagari pertama yang meluncurkan peraturan tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini memang difokuskan pada daerah-daerah terdampak bencana yang belum sempat dikunjungi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Safari Ramadan kali ini kita arahkan ke wilayah terdampak bencana agar kami dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat, memastikan proses pemulihan berjalan, serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu kita percepat,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebut Dusun Batua Cacang sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir paling berat. Gubernur juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar, memperkuat kebersamaan, dan optimistis menghadapi ujian, sembari memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir melalui sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah mitra turut menyalurkan berbagai bantuan sebagai bentuk dukungan nyata. Bantuan yang diserahkan antara lain Rp10 juta untuk masjid/mushalla, Rp10 juta dari Jamkrida Sumbar, Rp2 juta dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rp50 juta dari Pemprov Sumbar untuk perbaikan masjid, serta Rp25 juta bagi warga terdampak.

Selain itu, disalurkan pula bantuan Program Kemanusiaan dari BAZNAS Sumbar sebesar Rp143 juta bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Solok, serta bantuan pendidikan senilai Rp704 juta untuk 704 siswa. Bantuan berupa karpet dan Al-Qur’an juga diserahkan langsung kepada pengurus mushalla.

Kunjungan Safari Ramadan ini menjadi momentum penguatan solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, semangat kebersamaan dan dukungan nyata diharapkan menjadi energi baru bagi warga Batua Cacang untuk bangkit dan menata kembali kehidupan dengan lebih kuat dan bermartabat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *