Pemko Solok Maksimalkan Pemulihan Pascabanjir, 9.375 Warga Terdampak

banner 468x60

PIKIRANSUMBAR.com Pemerintah Kota Solok terus memaksimalkan langkah pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Sejak banjir terjadi pada 25–27 November lalu, seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, evakuasi, hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, pada Minggu (7/12) menegaskan bahwa pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan bekerja secara terkoordinasi untuk memantau kondisi lapangan dan memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan. “Kami, Pemko Solok selalu berupaya untuk gerak cepat dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kota Solok, banjir tersebut berdampak pada 9.375 jiwa dari 2.978 keluarga, dengan 2.333 rumah terendam di sembilan kelurahan. Musibah itu juga mengakibatkan satu korban jiwa di Kelurahan Tanah Garam serta dua warga mengalami luka ringan.

Sejak hari pertama kejadian, tim gabungan segera mengevakuasi warga ke sejumlah titik aman seperti Balaikota Solok, masjid dan mushola di Kelurahan IX Korong, KTK, Tanah Garam, serta pos pengungsian sementara di SMPN 4 Sinapa Piliang dan Taman Kota Kalumpang.

Banjir juga menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian dan fasilitas umum. Di sektor pertanian, sekitar 106,9 hektare lahan di Kecamatan Lubuk Sikarah terdampak. Pada sektor peternakan, tercatat kerugian dengan 18 ekor sapi, 62 kambing, 50 itik terdampak, serta 1.200 ekor ayam mati. Sementara sektor perikanan mengalami kerugian sementara mencapai Rp135.480.000.

Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Beberapa laydam dan jembatan di berbagai titik kota juga terdampak dan membutuhkan perbaikan.

Untuk penanganan darurat, Pemko Solok mengerahkan personel dari BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI-Polri, hingga relawan. Mereka melakukan pendataan, evakuasi, pembersihan, dan distribusi logistik bagi warga yang membutuhkan.

Wali Kota menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Upaya antisipasi seperti pembersihan saluran air dan pemantauan titik rawan banjir juga dilakukan secara intensif.

Ramadhani Kirana Putra juga menginstruksikan seluruh ASN Pemko Solok untuk turut membantu penanganan banjir. Dukungan tenaga tambahan dinilai krusial karena proses pemulihan kemungkinan tidak akan berlangsung cepat.

“Tahun ini sangat berbeda. Bencana ini tidak selesai begitu saja. ASN harus terlibat penuh, terutama yang berusia di bawah 40 tahun,” tegasnya.

Selain bantuan sembako, makanan cepat saji, pakaian, matras, dan perlengkapan tidur dari Pemko, sejumlah bantuan juga datang dari masyarakat, ASN Pemko Solok, BNPB, Anggota DPR RI Andre Rosiade, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, serta para donatur lainnya.

Untuk kebutuhan pangan, Pemko Solok menerima bantuan 28 ton beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 9.375 warga terdampak, dengan pembagian 300 gram per orang per hari selama 10 hari.

Status tanggap darurat akan dievaluasi hingga 8 Desember, dan dapat ditutup apabila kondisi cuaca mulai stabil,”tutupnya.(×)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *