PIKIRANSUMBAR.com — Usai pelepasan 23 Tim Safari Ramadan Kota Solok, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, langsung memimpin Tim I memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Aqsa, Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (21/2) malam.
Kehadiran tim yang melibatkan unsur DPRD, pimpinan perangkat daerah, BUMD, instansi vertikal, perbankan, hingga tokoh masyarakat tersebut menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan Kota Solok.
Ba’da Isya, rombongan yang berjumlah 16 orang diperkenalkan kepada jamaah tarawih oleh pengurus masjid. Kegiatan diawali dengan tausiah yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, yang mengajak jamaah memanfaatkan bulan Ramadan untuk meraih keberkahan dan meningkatkan kualitas ibadah.
Sebagai Ketua Tim, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan ruang komunikasi publik dan akuntabilitas kinerja pemerintah kepada masyarakat.
Ia menyampaikan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata melalui pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Hingga Desember 2025, sebanyak 16.916 jiwa dibiayai Pemerintah Kota Solok. Cakupan UHC telah mencapai 98,7 persen dengan tingkat keaktifan peserta 91,72 persen. Kota Solok bahkan berhasil meraih UHC Award Kategori Madya, meningkat dari capaian sebelumnya.
Wali Kota juga menginformasikan kebijakan masa tunggu satu tahun bagi pemilik KTP baru Kota Solok dalam memperoleh fasilitas BPJS Kesehatan sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan fiskal daerah sekaligus memastikan program tepat sasaran.
Di sisi lain, penguatan fasilitas kesehatan terus dilakukan melalui optimalisasi operasional RSUD Serambi Madinah dengan kapasitas 100 tempat tidur serta dukungan fasilitas ICU, NICU, PICU, dan tenaga spesialis sesuai standar rumah sakit tipe C.
Pemko Solok juga memperluas perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi 2.260 pekerja rentan. Pada 2026, cakupan akan diperluas untuk 4.250 pekerja tani, mempertegas keberpihakan pemerintah terhadap kelompok ekonomi lemah dan sektor informal.
Dalam mendukung keberlangsungan rumah ibadah, Pemko Solok membebaskan biaya rekening air PDAM untuk seluruh masjid dan mushalla sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kegiatan keagamaan.
Safari Ramadan turut menjadi momentum penyerahan bantuan operasional Masjid Al Aqsa yang bersumber dari Pemko Solok, CSR Bank Nagari, dan Perumda Pincuran Gadang. Sinergi ini mencerminkan model pembangunan kolaboratif antara pemerintah daerah dan mitra strategis.
Dalam bidang pendidikan, Pemko Solok terus memperkuat akses pendidikan yang setara melalui Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi siswa SMP kurang mampu. Pada 2025, sebanyak 252 siswa menerima manfaat program ini, dengan pengadaan melibatkan pelaku UMKM lokal guna mendorong perputaran ekonomi daerah.
Program beasiswa ke Timur Tengah tetap berlanjut bagi 16 mahasiswa, disertai bantuan keberangkatan bagi 11 mahasiswa jalur mandiri serta kerja sama beasiswa dengan Batam Tourism Polytechnic.
Mulai 2026, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bimbingan belajar masuk sekolah kedinasan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan mitigasi bencana, Pemko Solok meluncurkan Program ASN Goro yang dilaksanakan rutin setiap Jumat minggu ketiga. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan drainase, saluran air, dan fasilitas umum guna meminimalisir risiko banjir serta memperkuat budaya gotong royong.
Safari Ramadan hari pertama ditutup dengan dialog interaktif bersama jamaah dan apresiasi dari pengurus Masjid Al Aqsa atas komitmen kepemimpinan yang dinilai responsif dan berpihak pada masyarakat.
Pada hari kedua, Minggu (22/2), sesuai jadwal Tim I melanjutkan kunjungan Safari Ramadan ke Masjid Baitul Maqdis, Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa.















