Pikiransumbar.com – Di tanah yang dikelola bersama, kini tanaman jagung tumbuh subur, membawa harapan bagi kesejahteraan anggota Polri dan masyarakat luas.
Program penanaman jagung binaan Polri di wilayah hukum Polres Solok Kota kini telah membentang seluas 25 hektar, bukti nyata bahwa ketahanan pangan bisa diwujudkan dari bawah, dengan gotong royong dan semangat swadaya.
Direktur Binmas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Yudi Rumantoro, S.Ik., S.H., M.Si., turun langsung ke ladang untuk melihat hasilnya. Di hadapan jajaran dan warga, ia menyampaikan apresiasi yang tulus dan mendalam.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasat Binmas Polres Solok Kota IPTU Ril Putra serta Kabag Sumda Polres Solok Kota AKP Evi Wansri. Langkah mereka menjadikan tanah milik anggota untuk dikelola bersama ternyata nyata meningkatkan kesejahteraan. Kini terhampar 25 hektar lahan jagung yang tumbuh subur, dan hasilnya sudah bisa kita lihat bersama hari ini,” ujar Kombes Pol Yudi Rumantoro.
Ditambahkan, sinergi yang terjalin antara Polri dan petani menjadi kekuatan utama program ini. “Kerja sama ini bukan sekadar menanam tanaman, melainkan menanam masa depan. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kita tidak berhenti pada jagung saja. Semoga ke depan semakin berkembang, termasuk komoditas bawang putih, sehingga kedaulatan pangan daerah semakin kokoh berdiri.”
Lebih dari itu, keberhasilan Polres Solok Kota diharapkan menjadi cobtoh bagi daerah lain.
“Jadilah pionir dan percontohan bagi Polres lainnya. Ketika anggota Polri sendiri mampu memenuhi kebutuhan pangan dari tanah yang dikelola, maka kita bukan sekadar pengawal keamanan, melainkan juga pelopor kesejahteraan. Program ini untuk Polri, untuk rakyat, dan untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Penanaman ini tumbuh dari semangat swadaya, bukan atas perintah, melainkan atas kesadaran bersama untuk berdiri tegak di atas kaki sendiri. Hasil panen nanti tidak hanya milik satu pihak, melainkan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Dari ladang yang subur ini, diharapkan lahir puluhan bahkan ratusan ladang serupa di seluruh Sumatera Barat, di mana setiap Polres ikut menanam, merawat, dan memanen kemandirian pangan masing-masing.
“Ketika benih jagung tumbuh menjulang tinggi, di sanalah harapan pun ikut tumbuh bahwa dengan bersatu, dengan kerja keras, dan dengan cinta pada tanah sendiri, kita bisa mewujudkan swasembada pangan yang sesungguhnya. Dari Solok untuk Sumatera Barat, dari Polri untuk rakyat, dan dari kita semua untuk Indonesia yang lebih sejahtera,” tutupnya.










