Pikiransumbar.com – Nama Kabupaten Solok memang tak pernah lepas dari deretan lumbung pangan andalan Sumatera Barat.
Setelah mencatatkan diri sebagai penghasil beras terbesar dan juara bawang merah se-Indonesia, kini tanah subur di Kecamatan Danau Kembar dipilih sebagai lokasi pengembangan bawang putih dalam program penanaman serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhi.
Penanaman dilakukan di lahan Kelompok Tani Mitra Aia Tambau Sukses, Jorong Aia Tawa Utara, Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok.
Secara keseluruhan lahan yang disiapkan mencapai 2,5 hektare. Danau Kembar sendiri dipilih karena letaknya yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, kondisi yang sangat mendukung pertumbuhan bawang putih.
Pada tahap awal, seluas 2,5 hektare sudah ditanami sekitar 1,6 ton bibit bawang putih dengan target panen mencapai 12 ton.
Kabupaten Solok menjadi salah satu dari lima daerah di Sumatera Barat yang ditunjuk sebagai lokasi penanaman, selain itu ada di daerah Agam, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Tanah Datar. Penanaman ini sendiri dilakukan serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih.
“Penanaman bawang putih ini dilakukan serentak di 17 provinsi se-Indonesia. Ini bagian dari upaya mewujudkan swasembada bawang putih. Kami dari Polda Sumbar siap mendukung para petani mitra, mulai dari penyiapan lahan, penyediaan pupuk, hingga nanti saat distribusi dan pemasaran produk, kami akan lakukan pengawasan,” ujar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhi.
Ia juga berharap percontohan penanaman ini bisa mendorong minat petani yang saat ini masih rendah untuk membudidayakan bawang putih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Afniwirman, menjelaskan bahwa penanaman tahap awal ini ditujukan untuk memproduksi bibit yang berkualitas.
“Kami minta dinas terkait untuk mengawal sehingga perlakuan dari awal sampai panen sesuai dengan standar, sehingga dihasilkan benih yang legal dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa saat ini produksi bawang putih di Sumatera Barat masih jauh tertinggal dibandingkan komoditas bawang merah yang sudah menjadi primadona dan menempati urutan kedua secara nasional.
Wakil Bupati Solok H. Candra, menyambut gembira terpilihnya daerahnya sebagai lokasi pengembangan bawang putih. Menurutnya, pilihan itu sudah sangat tepat karena secara alamiah tanah dan iklim di Kabupaten Solok memang sangat mendukung untuk pengembangan pertanian.
“Jadi kami pikir, sudah sangat tepat jika program ini dilaksanakan di Kabupaten Solok karena memang lebih cocok dalam pengembangan pertanian dibanding daerah lain,” ujarnya.
Ia pun memaparkan capaian yang telah diraih Kabupaten Solok selama ini. “Tahun 2025, Kabupaten Solok menjadi daerah penghasil beras tertinggi di Sumatera Barat dengan produksi mencapai 210 ribu ton. Untuk bawang merah, kita bahkan nomor satu di Indonesia berdasarkan hasil murni produk dari daerahnya sendiri dengan produksi mencapai 218 ribu ton. Dari jumlah itu, diperkirakan ada Rp5 hingga Rp6 triliun uang yang berputar dari sektor bawang merah saja,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan yang telah diraih, ia pun optimis pengembangan bawang putih di Danau Kembar kelak akan sama suksesnya.








