Pikiransumbar.com – Pada malam penutupan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, nama Kota Solok bergema di GOR Sikabu Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (14/10/2026). Sorak-sorai meledak bak ombak yang memecah di tepian.
Itu bukan sekadar pengumuman peringkat. Itu momen abadi, di mana keringat yang menetes sejak fajar, air mata yang tak terlihat siapa pun, dan tekad yang dibakar semangat, akhirnya Kota Solok menemukan tempatnya di panggung tertinggi.
Ini sejarah yang belum pernah terukir sebelumnya. Kota Solok berdiri gagah sebagai Juara Umum II, dengan 139 medali emas, 112 perak, dan 98 perunggu, membukukan total 349 medali. Angka yang berbicara, namun tak cukup untuk menceritakan setiap detik perjuangan di baliknya.
Di setiap keping medali, tersimpan doa orang tua yang bergetar, kesabaran pelatih yang tak pernah putus, dan langkah kaki atlet yang terus maju meski lelah memeluk raga. Medali itu bukan logam semata namun jiwa Kota Solok yang berkilau.
Langkah Penuh Makna di Atas Podium
Di tengah riuh kebahagiaan, Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, melangkah naik ke podium, ditemani Ketua KONI Kota Solok. Langkahnya tenang, namun di setiap langkah itu terangkum perjalanan panjang seluruh putra-putri daerah. Ia berdiri di sana bukan untuk satu nama, melainkan mewakili ratusan hati yang berjuang bersama.
Usai menerima piala kebanggaan, Walikota Solok berbicara dengan suara yang tulus, “Hari ini bukanlah tentang piala yang kini tergenggam di tangan. Ini tentang bukti bahwa ketika kita bersatu, saling percaya, dan tak pernah menyerah, langit pun bukan batas. Juara Umum II ini menjadi sejarah baru yang kita ukir bersama. Sesuatu yang kemarin masih mimpi, hari ini telah menjadi kenyataan di mata kita semua.”
“Seratus tiga puluh sembilan emas itu gemilang, namun yang jauh lebih berharga yakni, karakter yang ditempa di arena pertandingan, sportivitas, disiplin, dan persaudaraan yang tak terpisahkan. Itulah kemenangan sejati yang tak akan pudar dimakan waktu,” ujarnya.
Kepada para orang tua, keluarga, KONI, DPRD, atlet, para pelatih, ofisial, dan semua yang hadir dalam perjalanan ini, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Biarlah keberhasilan ini menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah, bukan tempat untuk berlabuh dan berhenti. Kota Solok percaya pada kalian, dan Kota Solok akan selalu menjadi rumah tempat kalian pulang dan tumbuh lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Hati yang Berkaca-kaca, Harapan yang Melebar
Ketua KONI Kota Solok H.Rudi Horizon, tersenyum bangga, namun matanya tak mampu menyembunyikan haru yang meluap. Baginya, angka 349 medali adalah buah dari musim penantian yang panjang.
“Jujur, perjalanan ini tak selamanya mulus. Ada hari-hari berat, ada kekhawatiran yang tak terucap, ada pertanyaan yang belum terjawab. Namun kita memilih untuk berjalan bersama. Dan hari ini, kita berdiri di sini sebagai satu keluarga,” ungkapnya.
“139 emas, 112 perak dan 98 perunggu, angka ini membuktikan bahwa langkah yang kita pilih bersama adalah langkah yang benar. Namun percayalah, yang membuat saya bangga bukan hanya medali-medali itu. Melainkan bagaimana olahraga ini mengubah anak-anak kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih jujur, dan lebih mencintai tanah kelahirannya. Itulah kemenangan yang abadi,” tegasnya.
Ia juga berpesan dengan lembut namun tegas kepada para atlet, “Anggaplah hari ini sebagai awal, bukan garis akhir. Ketinggian prestasi hari ini harus menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi lagi. KONI Kota Solok akan selalu menjadi rumah kalian, tempat kalian ditempa, didukung, dan didorong untuk terbang setinggi cita-cita. Bersama-sama, kita akan terus menabur benih prestasi di setiap penjuru Kota Solok,” janjinya.
Pulang dengan Kepala Tegak dan Hati yang Penuh
Porprov XVI Sumbar telah menutup tirai. Kota Solok pulang membawa piala Juara II Umum dan ratusan medali yang berkilau. Namun yang jauh lebih berharga yakni semangat yang kini menyala di dada setiap warga. Mimpi itu nyata, bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil, dan bahwa kota kecil yang kaya budaya ini mampu melahirkan juara-juara besar yang mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Pulanglah dengan kepala tegak dan hati yang rendah. Tetaplah menjadi cahaya yang tak redup, di mana pun anak-anak kami berada. Sampai jumpa di puncak yang lebih tinggi lagi, anak-anak kebanggaan Kota Solok,” pesan Wali Kota, menutup perjalanan indah ini dengan harapan yang tak kalah indah.










