Pikiransumbar.com – Matahari baru saja menyapa pagi, namun semangat gotong royong di Kalumpang, Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, sudah membara.
Sudah empat hari berturut-turut, suara mesin sinso, kapak, gergaji, dan langkah tegap saling bersahutan. Satuan Binmas Polres Solok Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kota Solok bahu-membahu membuka lahan seluas dua hektare, menebang pohon besar hingga membersihkan semak belukar yang lebat, demi satu tujuan yakni memperkuat ketahanan pangan daerah, Kamis (03/09/2026).
Lahan yang kini mulai bersih itu sebagian dari rencana lebih besar, total lima hektare disiapkan di lokasi ini.
Tahap pertama, dua hektare akan ditanami bibit jagung unggul jenis Pioner, varietas yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat, tahan terhadap perubahan cuaca, dan menghasilkan hasil panen yang padat serta berbobot. Jagung jenis ini juga memiliki daya adaptasi luas, sehingga cocok dikembangkan di berbagai kondisi tanah, termasuk dataran di wilayah Kota Solok.
Kerja keras ini bukan dilakukan sendirian. Selain personel dari Satbinmas Polres Solok Kota yang terus tampil di garis depan, turut turun 40 orang dari DLH dan 7 orang dari BPBD Kota Solok. Tidak ada sekat antarinstansi di sini, semuanya bekerja selangkah seirama, saling membantu mengangkat ranting, merapikan tanah, dan memastikan lahan siap ditanami tepat waktu. Udara panas dan kelelahan seakan tak mampu meredupkan tekad yang tumbuh bersama harapan panen yang baik.
“Kami sadar, ketahanan pangan bukan sekadar urusan angka atau program tertulis di atas kertas. Ini soal masa depan meja makan warga kita. Setiap pohon yang ditebang, setiap semak yang disapu bersih, itu adalah batu bata yang kita susun bersama agar pangan di Kota Solok makin kuat berdiri. Semangat gotong royong inilah kekuatan sesungguhnya, ketika tangan dari berbagai instansi menyatu untuk tanah air, hasilnya pasti berbuah manis bagi kita semua,” ujar Kasat Binmas Polres Solok Kota, Iptu Ril Putra.
Langkah ini sejalan dengan semangat ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah, di mana daerah didorong tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar, tapi mampu berdiri di atas kekuatan pertanian sendiri.
Dengan luas tanam yang terus bertambah dan varietas unggul yang dipilih, lahan di Kalumpang ini kelak bukan sekadar ladang jagung, melainkan simbol harapan, bahwa kerja sama yang tulus dan tekad yang kuat mampu mengubah semak belukar menjadi ladang berkah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Dua hektare pertama yang siap ditanami jagung Pioner menjadi permulaan nyata. Tiga hektare sisanya menyusul bertahap. Tidak terburu-buru, namun pasti. Sebab ketahanan pangan dibangun bukan dalam sehari, melainkan lewat kesungguhan hari demi hari, seperti yang kini diperlihatkan di Kalumpang,” tutup Iptu Ril Putra.









