Pikiransumbar.com – Sudah bertahun-tahun jalan penghubung dari Simpang Tabek menembus Nagari Supayang, Aia Luo, Sirukam hingga Tiga Lurah ini menjadi keluh kesah setiap warga yang melintas. Lubang-lubang dalam, genangan air saat hujan, dan permukaan yang hancur tak sekadar menghambat perjalanan, bahkan dilaporkan banyak ibu-ibu yang terjatuh dan mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai motor.
Melihat itu semua, hati H. Rusli yang akrab disapa Haji Suli tak tega.
“Selama ini saya sangat resah. Yang lewat jalan ini saudara saya, kerabat saya, orang-orang yang saya sayangi. Rezeki yang Allah titipkan kepada saya, ada hak orang lain di dalamnya. Maka saya ikhlas menyisihkan dana pribadi untuk memperbaikinya, semata karena Allah dan semoga kampung halaman kita lebih baik ke depannya,” ujarnya dengan suara rendah namun mantap saat memulai pengerjaan, Kamis (30 Juli 2026).
Ruas jalan sepanjang sekitar 8 kilometer ini merupakan urat nadi utama warga Kecamatan Payung Sekaki. Lewat sini petani mengangkut padi, sayur, dan hasil bumi ke pasar, membawa anak sekolah, hingga berobat. Namun kerusakan parah terjadi bukan hanya karena beban kendaraan, melainkan saluran drainase dan irigasi yang buruk sehingga air merembes masuk merusak badan jalan.
Tanpa menunggu lebih lama, Haji Suli yang juga merupakan Ketua Pemuda Nagari Supayang Langsung bergerak. Ia memohon bantuan alat berat ke Pemerintah Kabupaten Solok, sementara seluruh biaya semen, batu, pasir, dan upah tenaga ia tanggung sendiri. Total dana yang dikeluarkan kali ini mencapai Rp100 juta. Padahal sebelumnya, ia juga telah menyalurkan Rp78 juta untuk memperbaiki jalan Supayang hingga ke Nagari Aia Luo sepanjang 12 kilometer, dimana 7,5 kilometer di antaranya kini sudah mulus dilalui kendaraan besar sekalipun.
Perbaikan diawali dengan kerja bakti warga secara gotong royong, memperbaiki saluran drainase atau irigasi, serta meratakan bahu jalan menggunakan ekskavator yang dipinjamkan Pemerintah Kabupaten Solok. Selanjutnya akan dilakukan pengecoran beton dan pengerasan aspal panas pada titik-titik yang paling rusak, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar satu bulan.
Kegiatan ini berlangsung penuh semangat kebersamaan. Turut hadir Camat Payung Sekaki Chrismon, perwakilan Polsek dan Koramil, Wali Nagari Sirukam Roni Febriandi, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga yang datang membawa tenaga secara sukarela.
Camat Chrismon menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Kepedulian Bapak H. Rusli bukan hal baru. Beliau juga banyak membangun masjid, mushalla, dan sekolah di sini. Apa yang dilakukan ini sangat berharga, jalan yang baik akan menekan biaya angkut hasil tani, mempercepat perjalanan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus,” ujarnya
Selain itu ia juga meminta kepada masyarakat ketika nantinya jalan sudah selesai diperbaiki, agar dapat menjaganya dengan baik secara bersama-sama.
Sementara Wali Nagari Sirukam Romi Febriandi berharap langkah mulia ini menjadi contoh bagi putra daerah lain yang merantau maupun yang sudah sukses, untuk tak lupa berkontribusi memajukan kampung halaman.
Di tengah hiruk pikuk pekerjaan dan semangat warga yang bahu-membahu, Haji Suli kembali menegaskan, “Saya tidak mencari pujian. Saya hanya tidak ingin lagi melihat ada saudara kita yang terjatuh atau kesulitan melintas. Semoga apa yang kita lakukan ini diridhoi Allah dan bermanfaat selamanya.”









