Pikiransumbar.com – Langkah besar menuju kemajuan nyata diambil Pemerintah Kabupaten Solok. Bupati Solok Dr. (H.C) Jon Firman Pandu, S.H. menyepakati kerja sama strategis bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sebuah ikatan yang tak hanya merangkai dua lembaga, namun menyatukan harapan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menata pesona wisata Alahan Panjang dan pendakian Gunung Talang menjadi destinasi yang lebih nyaman, tertata, dan memiliki daya saing.
Penandatanganan kesepakatan berlangsung hangat di Ruang Rapim A Rektorat ITB, Selasa (04/08/2026), antara Bupati Jon Firman Pandu dengan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Turut hadir Pegiat Pariwisata Nofrins Napilus, serta jajaran pejabat Pemkab Solok dan civitas akademika ITB.
Kerja sama ini berdiri di atas dua pilar utama yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Pilar pertama terkait pendidikan, yakni meningkatkan kemampuan para guru terlebih dahulu, agar kelak mampu membimbing putra-putri Solok sukses meraih cita-citanya.
Selain itu, diharapkan anak-anak solok juga bisa melangkah masuk ke perguruan tinggi ternama seperti ITB.
“Sebelum menginginkan anak-anak kita diterima di perguruan tinggi unggulan, yang paling utama yakni memperkuat pondasi gurunya. Itulah langkah awal yang kami tekankan,” ujar Bupati Jon Firman Pandu
Sementara untuk pilar kedua terkait pariwisata daerah. Gunung Talang dan Alahan Panjang yang selama ini memikat hati dengan udara sejuk dan keindahan alamnya, kini akan disusun master plan-nya secara matang.
Hal ini menjadi jawab atas keluhan yang sering dirasakan wisatawan, dimana tingginya minat berkunjung tak sebanding dengan ketersediaan tempat menginap, hingga banyak yang terpaksa bermalam di dalam kendaraan saat musim liburan tiba.
“Kami ingin kawasan ini tertata rapi, nyaman, dan memiliki daya saing. Dengan rencana yang jelas, kami pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor. Karpet merah kami gelar, kemudahan perizinan akan kami berikan bagi siapa saja yang ingin menanamkan modal dan membangun kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Tak sekadar peta pembangunan, sentuhan ITB akan hadir dalam bentuk kajian geologi, tata ruang yang aman, penerapan teknologi ramah lingkungan pada hunian warga, sistem pemesanan berbasis digital, pengembangan ekonomi kreatif nagari, hingga kajian mitigasi bencana mengingat posisi daerah ini yang berada di jalur Patahan Besar Sumatera.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata, bahwa pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati kedua belah pihak, diharapkan menghasilkan pembangunan daerah yang berbasis riset, inovasi, dan teknologi sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.









