Jejak di Sekolah Rakyat: Taruna Akpol Tinggalkan Semangat dan Teladan bagi Siswa

Kebersamaan di meja diskusi: Bupati Solok, Kapolres Solok, dan para taruna saling berbagi pesan di momen pelepasan, membuktikan sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan Kepolisian demi pembentukan karakter generasi muda
Kebersamaan di meja diskusi: Bupati Solok, Kapolres Solok, dan para taruna saling berbagi pesan di momen pelepasan, membuktikan sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan Kepolisian demi pembentukan karakter generasi muda

Pikiransumbar.com – Waktu seakan berlalu begitu cepat. Suasana yang beberapa waktu lalu diwarnai tegapnya baris-berbaris, semangat teriakan, dan tawa ceria para siswa bersama para taruna, kini berakhir dengan perpisahan yang penuh haru namun penuh makna.

Program Taruna Bhakti 2026 yang dijalankan Taruna Akademi Kepolisian di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 5 Solok resmi menutup rangkaian kegiatannya.

Bacaan Lainnya

Meski masa pengabdian telah berakhir. Namun jejak yang ditinggalkan tak akan hilang begitu saja. Disiplin yang ditanam, semangat yang dibangkitkan, dan teladan yang diberikan, akan terus tumbuh di hati para siswa Sekolah Rakyat.

Bupati Solok Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., secara langsung melepas para taruna di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026). Hadir pula dalam momen tersebut Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Jefrizal, S.Pt., M.T., serta Kepala Dinas Sosial Desmalia Ramadhanur.

Pengabdian yang dijalani bukan sekadar kegiatan rutin. Lebih dari itu, kehadiran para taruna menanamkan hal-hal mendalam ke dalam diri para siswa yakni kedisiplinan yang membentuk karakter, tanggung jawab yang melatih kedewasaan, hingga semangat cinta tanah air yang menyadarkan betapa besar harapan bangsa kepada generasi muda.

Dalam kesempatannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi yang mendalam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Apa yang dilakukan para Taruna Akpol selama berada di Sekolah Rakyat merupakan investasi karakter bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan Kepolisian ini menjadi bukti nyata bahwa membangun manusia yang berkualitas tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan tangan bersama, teladan yang nyata, dan kedekatan yang tulus agar nilai-nilai baik bisa tumbuh di hati.

Selama mengabdi, para taruna hadir bukan sebagai guru yang jauh, melainkan kakak pembimbing yang dekat. Mereka berbagi tentang pentingnya disiplin, menjaga kesehatan, memahami wawasan kebangsaan, hingga menyemangati agar setiap anak berani bermimpi dan belajar sungguh-sungguh. Antusiasme para siswa menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar sampai ke hati.

Salah seorang peserta Program Taruna Bhakti, Brigadir Taruna (Brigkatar) Khairfachrel Swandi, Taruna Tingkat III Akademi Kepolisian, mengaku kebersamaan ini menjadi pelajaran berharga pula bagi dirinya dan rekan-rekannya.

“Kami merasa terhormat dapat berbagi ilmu, memberikan motivasi, sekaligus belajar langsung dari masyarakat. Harapan kami, adik-adik di Sekolah Rakyat terus semangat mengejar cita-cita. Semoga suatu saat nanti ada yang terinspirasi menjadi Taruna Akademi Kepolisian hingga mengabdi sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Sementara itu, Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., menilai Program Taruna Bhakti merupakan bagian penting dalam proses pembentukan calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat menjadi bekal yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pendidikan di lingkungan kampus.

Menurutnya, nilai-nilai pengabdian, empati, kepemimpinan, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat merupakan fondasi penting bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai prosesi pelepasan para Taruna Akpol. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian, sekaligus mempertegas bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, Polri, dan dunia pendidikan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembentukan karakter generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap Program Taruna Bhakti dapat terus berlanjut sebagai agenda kolaboratif yang berkesinambungan. Selain memperkaya pengalaman lapangan bagi para Taruna Akpol, program tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, serta semangat mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara sejak usia dini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *