Merayakan Kemenangan Berakhir Duka, Pelajar MTs Halaban Tewas Tenggelam di Danau Singkarak

Tim SAR gabungan bersama warga saat mengevakuasi jenazah korban tenggelam di perairan Danau Singkarak
Tim SAR gabungan bersama warga saat mengevakuasi jenazah korban tenggelam di perairan Danau Singkarak

Pikiransumbar.com – Seorang pelajar berinisial MKI, 15 tahun, tewas tenggelam di perairan Danau Singkarak, Sabtu, (22/08/2026).

Korban dikerahui siswa Kelas VII MTs Halaban, beralamat di Jorong Atas Laban, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan Kapolsek Sepuluh Koto Singkarak, Iptu Adrizon, peristiwa bermula saat rombongan 11 siswa didampingi 4 guru pendamping berangkat dari sekolah menuju Danau Singkarak untuk merayakan keberhasilan dalam lomba pawai antarsekolah.

Rombongan berangkat pukul 08.30 WIB menggunakan mobil pick-up L300 dan tiba di lokasi, tepian Danau Singkarak di Jorong Pasie, Nagari Tikalak, Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, sekitar pukul 15.00 WIB.

Sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama seorang temannya masuk ke perairan danau untuk mandi. Keduanya perlahan bergerak menjauh berenang ke arah tengah danau meskipun warga di lokasi telah memperingatkan agar tidak berenang lebih jauh.

Tak lama kemudian, korban terjatuh ke perairan dalam dan berteriak meminta tolong karena tidak dapat berenang. Upaya teman-temannya menolong tidak berhasil karena kondisi air yang dalam dan teman yang menolong mengalami kelelahan, hingga akhirnya korban hilang di dalam air.

Laporan diterima pihak berwenang pukul 17.35 WIB. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD Kabupaten Solok, Damkar, TNI, Polri, aparatur nagari dan masyarakat segera melakukan pencarian.

Korban berhasil ditemukan pukul 18.15 WIB dalam keadaan tidak bernyawa, tidak jauh dari lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Singkarak untuk pemeriksaan medis.

“Benar telah terjadi peristiwa tenggelam di wilayah kami. Korban berangkat bersama rombongan sekolah untuk merayakan keberhasilan lomba. Kami mengimbau agar kegiatan di lokasi perairan senantiasa didampingi pengawasan ketat. Jangan remehkan bahaya danau meskipun permukaan air terlihat tenang,” ujar Iptu Adrizon.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Solok menghimbau masyarakat agar tidak berenang di perairan yang tidak dikenal kedalaman dan arusnya. “Danau Singkarak memiliki kondisi kedalaman yang berubah-ubah. Selalu patuhi peringatan keselamatan dan jangan masuk ke perairan dalam tanpa pengawasan orang dewasa,” tegas Nopel Kabid BPBD Kabupaten Solok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *