Pikiransumbar.com – Pagi itu langit membentang cerah seolah ikut tersenyum menyambut hari yang bersejarah. Karangan bunga berjejer rapi di tepi jalan, bendera Marawa Minangkabau berkibar gagah di tiang-tiangnya, dan tenda-tenda pun telah berdiri tegap menyambut tamu serta warga yang datang berbondong-bondong.
Di tengah semangat itu, terlihat para Datuk, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, pemuka agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Semua tampak anggun dan berwibawa, mengenakan pakaian adat kebanggaan yang sama, seakan menyatu dalam satu warna, satu semangat, dan satu harapan.
Bundo Kanduang pun tampil dengan peran istimewa, tangan-tangan lembut mereka sibuk memastikan segala sesuatu tersaji dengan baik, mulai dari persiapan makanan hingga kehangatan penyambutan tamu. Di balik keramaian dan kemeriahan, ada ketulusan hati para ibu yang merawat persaudaraan dengan kasih sayang, sebagaimana bundo kanduang memelihara anak kemenakan di rumah gadang.
Suasana penuh kebersamaan ini, puncak dari rangkaian kegiatan Baralek Nagari dalam rangka peresmian Balai Adat Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.
Kekompakan warga terlihat begitu nyata sejak hari-hari sebelumnya. Selama dua hari berturut-turut, nagari ini hidup dalam semangat gotong royong, tangan bergandengan tangan, bahu menyanduk bahu membersihkan lingkungan, menata tempat, dan menyiapkan segala keperluan.
Malam harinya dihiasi pentas seni randai yang dibawakan putra-putri nagari sendiri, penuh semangat dan penghayatan. Tak ketinggalan, tradisi menyembelih kerbau atau disebut “Mambantai Kabau” pun dilaksanakan dengan penuh syukur, hasilnya dimasak bersama oleh para ibu untuk disantuni seluruh warga dalam kebersamaan yang hangat.
Hari puncaknya semakin meriah. Arak-arakan warga berjalan beriringan, pidato adat menyampaikan pesan-pesan luhur, makan bersama atau makan baradaik dilakukan dengan penuh kebersamaan, hingga akhirnya momen yang ditunggu tiba, yakni peresmian Balai Adat Nagari Saok Laweh yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon berkah dan kemaslahatan bagi seluruh warga nagari.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam.
“Pertama-tama, atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi membangun Balai Adat Saok Laweh. Termasuk juga perhatian dan dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Solok, Bang Dayat. Kami berharap, dengan diresmikannya Balai Adat ini, seluruh Ninik Mamak dapat bermusyawarah dengan baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan bagi masyarakat Nagari Saok Laweh,” ujarnya.
Ia pun berharap kehadiran balai adat ini bukan sekadar bangunan berdiri, melainkan mampu melahirkan peraturan nagari yang menjaga ketertiban umum dan mencegah penyakit masyarakat.
Pemerintah daerah pun terus mendukung dan memfasilitasi pelestarian kesenian di nagari, termasuk penampilan anak nagari Saok Laweh yang begitu memeriahkan alek nagari. Semoga adat dan budaya terus tumbuh, berkembang, dan lestari di tanah kelahiran kita.
Anggota sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Solok M. Hidayat, B.Sc., Ac. yang akrab disapa Bang Dayat, hadir dengan harapan yang tulus.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Lewat alek nagari ini, saya berharap generasi muda Saok Laweh semakin mencintai budayanya, semakin peduli pada nagarinya, dan siap melanjutkan tongkat estafet kebaikan yang dibangun para pendahulu. Jadilah pemuda yang mengangkat nagari, bukan yang meninggalkannya,” tegasnya.
Sementara Wali Nagari Saok Laweh, Irwin Saputra, menyampaikan rasa haru yang mendalam.
“Kami dari pemerintahan nagari sangat berharap dukungan terus mengalir, baik dari seluruh masyarakat, dari pemerintah daerah, maupun dari DPRD Kabupaten Solok. Dukungan itu kami butuhkan untuk membangun Saok Laweh, baik pembangunan fisik sarana prasarana maupun pembangunan manusia yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Ia pun mengungkapkan hal yang membuat hati bergetar. Sudah lebih dari 50 tahun nagari ini tidak menggelar alek nagari secara besar-besaran, dan terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1975. Kini, setelah sekian lama sunyi, kebersamaan semua unsur masyarakat, baik tenaga maupun materi, membuat kegiatan ini terlaksana dengan luar biasa. Harapannya, alek nagari ini tidak berhenti di sini, melainkan menjadi agenda rutin yang menghangatkan persaudaraan setiap tahunnya.
Nizar atau Adek yang merupakan Ketua IKSAL Jabodetabek yang mewakili perantau, juga turut menyampaikan harapannya.
“Alhamdulillah, kami dari perantau terus mendukung kegiatan anak nagari di Saok Laweh. Melihat keberhasilan alek nagari ini, hati kami terharu sekaligus bangga. Manfaatkanlah balai adat ini sebaik-baiknya, jadikan tempat untuk menjaga adat istiadat, merencanakan kebaikan bersama, dan menjadi teladan yang akan diturunkan kepada anak kemenakan di masa depan,” pesannya.
Ketua KAN Saok Laweh, Nasrul Dt Mangguang, menegaskan pentingnya melestarikan budaya.
“Kesenian dan budaya jati diri kita. Saya memohon dukungan dari pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Solok, dan pemerintahan nagari untuk terus memperhatikan serta mendukung tumbuhnya kesenian anak nagari. Biarkan budaya ini tetap hidup, bukan hanya diingat, tetapi terus ditampilkan dan diwariskan, agar anak cucu kita kelak tahu siapa mereka dan dari mana asalnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Alek Nagari, Maizar Datuk Rajo Alam, menyampaikan rasa syukur yang tak terlukiskan.
“Setiap perjalanan pasti ada tantangannya, namun alhamdulillah semuanya dapat kami lalui dengan mulus berkat semangat kebersamaan yang luar biasa. Ninik Mamak, pemuda, bundo kanduang, dan seluruh warga, semua bekerja sebagai satu keluarga. Kekompakan inilah yang menjadi kekuatan terbesar nagari kita,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, satu hal yang tampak jelas, Balai Adat Saok Laweh bukan sekadar bangunan berdiri di atas tanah. Ia adalah rumah bagi musyawarah, tempat menjaga adat, dan jantung yang menyatukan hati seluruh warga. Ketika nagari bersatu, apa pun yang dibangun akan membawa berkah, dan apa pun yang diperjuangkan akan membawa kemajuan bersama.









