Pikiransumbar.com – Keindahan Gunung Talang yang menawan tak boleh ternoda oleh sampah. Inilah yang mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukik Bulek, Nagari Kampung Batu Dalam bersama komunitas pendaki bergerak membersihkan jalur dan puncak Gunung Talang, pasca keramaian saat peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus lalu.
Gunung Talang sejak lama menjadi kebanggaan sekaligus jantung pariwisata alam Kabupaten Solok. Udara yang sejuk, pemandangan yang memukau, serta jalur pendakian yang menantang namun tetap ramah membuat gunung ini selalu menjadi tujuan favorit warga maupun wisatawan dari luar daerah.
Setiap kali hari libur atau hari besar nasional tiba, ribuan orang berbondong-bondong mendaki untuk menikmati keindahannya dari ketinggian.
Kegiatan pembersihan yang melibatkan sekitar 100 orang ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama, setelah banyak pendaki yang memadati gunung untuk merayakan hari kemerdekaan.
Sayangnya, keramaian itu meninggalkan jejak yang menyedihkan. Banyak sampah berupa kemasan makanan, botol minuman, hingga perlengkapan berkemah yang tertinggal begitu saja di sepanjang jalur pendakian, area perkemahan, hingga ke puncak. Kini, bergotong-royong sampah-sampah itu dikumpulkan dan dibawa turun agar Gunung Talang kembali bersih dan asri seperti sedia kala.
“Gunung Talang bukan sekadar tempat kita mendaki, tapi warisan alam yang harus dijaga keindahannya. Siapa yang menikmati keindahannya, dialah wajib menjaganya. Kami bergerak membersihkan bukan karena kami yang menumpahkan sampah, tapi karena kami yang paling mencintai gunung ini,” ujar Ketua Pokdarwis Bukik Bulek, Syairun, Selasa (25/08/2026).
Ia juga menambahkan, bahwa setiap orang yang mendaki seharusnya membawa pulang lebih dari sekadar kenangan dan foto indah.
“Membawa sampah turun itu berat memang, tapi jauh lebih berat hati kalau melihat alam yang kita cintai ternoda oleh kelalaian kita sendiri. Jangan sampai keindahan Gunung Talang tergerus oleh sampah yang seharusnya tidak ada di sana,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pun turut memperhatikan upaya mulia ini. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya telah berkoordinasi untuk membantu pengangkutan sampah yang berhasil dikumpulkan para relawan agar segera dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Langkah ini dilakukan agar sampah yang sudah dikumpulkan dengan susah payah tidak menumpuk kembali dan mencemari lingkungan di sekitar jalur pendakian.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong-royong Pokdarwis Bukik Bulek dan seluruh komunitas pendaki. Inilah bukti bahwa kesadaran bersama, kunci menjaga warisan alam kita. Pemerintah hadir untuk mendukung dan memastikan sampah yang dibawa turun segera tertangani dengan baik, agar Gunung Talang tetap bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan kita semua. Semoga gerakan ini memicu kesadaran lebih luas, bahwa menjaga kebersihan alam adalah kewajiban setiap pengunjung,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan.
Kini, tumpukan sampah yang sempat berserakan sudah terkumpul dalam karung-karung, siap diangkut. Langkah kecil yang dilakukan warga dan pendaki ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa keindahan alam bukan hak milik sesaat, tapi warisan yang harus dijaga agar tetap bersih dan indah untuk siapa saja yang datang mendatang. Alam memberi kita keindahan, maka sudah sepantasnya kita menjaganya sebagai tanda terima kasih yang tulus.








