Pikiransumbar.com – Bukan di lapangan yang luas atau di lintasan yang panjang, melainkan di atas meja hijau dengan tumpukan kartu di tangan, para atlet Bridge Kabupaten Solok membuktikan bahwa olahraga pikiran pun bisa menghadirkan kebanggaan yang luar biasa besar.
Di ajang Porprov XIV Sumatera Barat, Kabupaten Solok pulang dengan membawa dua medali perunggu, capaian yang tak lahir secara kebetulan saja, justru hasil dari perjuangan. Selasa (13/10/2026).
Di nomor Beregu Mix atau Campuran, keberhasilan diraih berkat kekompakan enam orang yang saling percaya satu sama lain. Muhammad Tasyriqi, Julia Indah Pertiwi, Arnando, Gina Wahyuni, Ichbar Fardiansyah, dan Vellinayosa Putri tampil dengan ketenangan yang mengesankan, yang akhirnya membawa mereka berdiri di panggung perunggu.
Keberhasilan berlanjut di nomor Pasangan Mix atau Campuran, dimana Muhammad Tasyriqi dan Julia Indah Pertiwi kembali tampil menunjukkan kehebatan mereka. Kesabaran dan ketelitian membuahkan hasil manis, medali perunggu kedua pun aman dikantongi.
Ketua Cabor Bridge Kabupaten Solok sekaligus salah satu peraih medali, Muhammad Tasyriqi menyampaikan, “Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian dua medali perunggu ini. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk Kabupaten Solok. Prestasi ini bukan hanya tentang angka di papan skor atau medali yang digenggam. Ini buah dari kerja keras yang dilakukan setiap sore, kedisiplinan meluangkan waktu untuk berlatih, kekompakan yang terjalin di antara kami, serta semangat pantang menyerah setiap kali menghadapi lawan yang tangguh”.
Ke depannya, capaian yang didapat pada ajang porprov sumbar 2025 ini, menjadi motivasi agar pembinaan olahraga bridge di Kabupaten Solok semakin giat dilakukan, “karena kami tahu, potensi yang kami miliki masih bisa diasah lebih tajam lagi,” ungkapnya.
Dua medali perunggu mungkin bukan warna tertinggi di podium, namun nilainya tak ternilai harganya. Di balik setiap kartu yang dimainkan, ada jam-jam panjang latihan, ada diskusi-diskusi untuk memperbaiki kesalahan, dan ada harapan besar yang dipikul bersama.
Sementara itu, Humas KONI Kabupaten Solok Rijal Islami, juga memberikan apresiasi yang mendalam, “Semoga capaian ini menjadi awal yang cerah bagi olahraga bridge di Kabupaten Solok, bukti bahwa di mana pun kita bertanding, dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersatu, prestasi selalu bisa kita raih”.
Ditambahkan, Bridge meruapakan olahraga yang menguji ketajaman pikiran, kesabaran yang tak mudah goyah, dan kepercayaan antar sesama anggota tim. Dua medali perunggu yang dibawa pulang hari ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga pikiran pun memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat Kabupaten Solok.
“Atlet bridge Kabupaten Solok tidak hanya memenangkan medali, tetapi juga menunjukkan kepada anak-anak muda daerah kita bahwa kecerdasan dan kerjasama tim, merupakan kekuatan yang luar biasa. Terima kasih telah berjuang dengan hati, pikiran, dan semangat,” tutupnya.










