Pikiransumbar.com – Sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumatera Barat 2026, Kabupaten Solok punya satu alasan istimewa untuk berbangga. Cabang olahraga karate Kabupaten Solok sukses mencatat sejarah baru, untuk pertama kalinya sejak ajang Porda tahun 1986, mereka berhasil menempati posisi Juara Umum Kedua.
Prestasi manis ini diukir lewat perjuangan para karateka yang menyapu bersih total 16 medali, terdiri dari 4 emas, 4 perak, dan 8 perunggu. Angka yang bukan sekadar hitungan, melainkan bukti nyata ketekunan yang tak kenal lelah.
Ketua FORKI Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, tak bisa menahan haru saat menyampaikan capaian ini. Ia mengaku, dirinya, para pelatih, dan seluruh atlet tak kuasa menahan tangis begitu hasil keluar. Semua yang mereka lalui selama ini terbayar lunas.
“Saya, pelatih, dan atlet menangis terharu. Ini semua buah kerja keras. Mulai dari TC berjalan, TC penuh, serta disiplin ketat dari pelatih yang menjadi makanan sehari-hari atlet selama berminggu-minggu,” ungkap Hafni Hafiz.
Perjalanan menuju podium ini sama sekali tidak mulus. Sempat ada ketidakpastian soal pelaksanaan Porprov, namun satu hal yang tak pernah goyah yakni, semangat pantang menyerah para atlet dan pelatih. Mereka tetap fokus, tetap berlatih, dan tetap percaya pada proses.
Momen paling membahagiakan terjadi tepat di laga penutup cabor karate. Tim Kumite Beregu Kabupaten Solok tampil luar biasa dan berhasil meraih medali emas dengan kemenangan yang sangat emosional.
Lawan yang mereka kalahkan bukan tim sembarangan, melainkan Kota Padang, itu tim yang selama ini dikenal sebagai kekuatan terbesar dan menjadi momok menakutkan di ajang karate Sumatera Barat.
Kemenangan atas Kota Padang itu pun sekaligus menutup perjalanan cabor karate di Porprov XVI Sumbar dengan sangat manis.
Hafni Hafiz tak lupa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah membuat momen sejarah ini terwujud.
“Terima kasih khusus kepada Bapak Bupati Solok yang akhirnya bisa membawa kembali Kabupaten Solok sebagai tuan rumah. Tarik-ulur antara Padang dan Solok menjadi dinamika estetik dalam komunikasi kita. Terima kasih juga kepada Bapak Wakil Bupati Solok yang intens berkomunikasi menyangkut hal-hal teknis persiapan,” ucapnya.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh jajaran SKPD yang membantu secara moral maupun perlengkapan, Panitia Lokal Pengcab FORKI yang bekerja siang dan malam, jajaran keamanan dari Polres, Satpol PP, dan Dishub, tim medis, hingga petugas kebersihan yang tak pernah terlewatkan.
Namun di atas segalanya, penghormatan terbesar ditujukan kepada para pelatih dan atlet, para pejuang sejati di atas matras.
“Akhirnya, saya harus memberikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada para pejuang olahraga karate Kabupaten Solok, yakni para pelatih dan atlet. Semuanya kami persembahkan untuk Kabupaten Solok tercinta. Kalian adalah pahlawan olahraga Kabupaten Solok,” pungkas Hafiz.










