Pikiransumbar.com – Ruas jalan Jorong Sawah Sudut Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, perlahan berganti dengan harapan baru. Jalan penghubung yang selama ini penuh keluhan, berlubang, dan kerap memakan korban kecelakaan, kini mulai tertata kembali berkat kepedulian tulus warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), Minggu (02/08/2026).
Tak menunggu bantuan, mereka bergerak sendiri. Dengan semangat gotong royong yang tak pernah luntur, warga menyisihkan rezeki secara ikhlas sesuai kemampuan masing-masing.
Satu unit truk molen dikerahkan, dibantu pula oleh armada Damkar Kabupaten Solok, bahu-membahu menuangkan adukan semen untuk menambal bagian jalan yang rusak parah.
Salah seorang pengguna jalan Mbak E, tampak terharu melihat semangat MPL dan warga.
“Pokoknya mantap, lanjutkan terus. Kalau jalan rusak begini, siapa pun pasti takut jatuh. Alhamdulillah sekarang diperbaiki, rasanya aman dan nyaman sekali melintas di sini,” ucapnya dengan logat jawa namun penuh makna.
Sementara Mak Is yang sering disapa Betmen Teleng, seorang pengojek yang setiap hari melintasi jalan ini, pun tak kuasa menutup rasa syukurnya.
“Adanya MPL ini membuat kita benar-benar merasakan nikmatnya memiliki jalan yang layak bersama. Ingat pasca bencana alam kemarin, jalan kita banyak yang hancur lebur. MPL begitu bersemangat membangun kembali nagari kita, dan tentu saja kami warga sangat mendukung sepenuhnya,” tuturnya tulus.
Ketua MPL Nagari Salayo yang juga menjabat Kapolsek Sungai Lasi, AKP Oon Kurnia Ilahi, SH, MH, menjelaskan bahwa aksi ini lahir langsung dari jeritan hati masyarakat.
“Kami mendengar banyak keluhan, melihat sendiri kondisi bahu jalan yang sudah rusak dan sungguh membahayakan siapa saja yang melintas. Dari situlah timbul keinginan untuk bergerak, tanpa harus menunggu panggilan orang lain. Semua ini berkat sumbangan sukarela warga yang memberikan apa yang mereka miliki dengan ikhlas,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini bukti bahwa kekuatan terbesar ada pada persatuan.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua warga yang turut berpartisipasi. Semoga semangat kebersamaan ini terus menyala, menjadi contoh bahwa masalah di depan mata bisa kita selesaikan sendiri dengan gotong royong demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama,” harapnya.
Di bawah terik matahari, basah kuyup oleh keringat, wajah-wajah itu tersenyum. Bukan karena pujian, melainkan karena tahu esok hari anak sekolah, pedagang, petani, dan semua orang yang melintas tak lagi harus takut terjatuh. Sebuah perbaikan jalan yang sederhana, namun menyimpan makna persaudaraan yang begitu dalam.










