Sijago Merah Melalap 7 Ruko di Simpang Pulai, Kerjasama Lintas Daerah Padamkan Api Hampir 5 Jam

Suasana mencekam saat petugas berjuang menahan laju kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain dan pemukiman warga sekitar
Suasana mencekam saat petugas berjuang menahan laju kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain dan pemukiman warga sekitar

Pikiransumbar.com – Malam mencekam menyelimuti Jorong Subarang, tepatnya di kawasan Simpang Pulai, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (01/08/2026).

Sekitar pukul 22.44 WIB, kepanikan melanda warga ketika melihat si jago merah mulai berkobar hebat melalap tujuh bangunan ruko yang berdiri berdempetan di kawasan padat penduduk.

Bacaan Lainnya

Mendapat laporan itu, Kasi Damkar Kabupaten Solok Zulhelmi Bosy langsung memimpin pasukan bergerak cepat. Hanya dua menit setelah laporan diterima, pukul 22.46 WIB armada sudah melaju ke lokasi, dan pukul 22.52 WIB petugas tiba di tempat kejadian. Melihat api yang makin ganas dan lokasi yang padat, kekhawatiran sangat besar mengancam jika api tak segera dikuasai, dikhawatirkan akan merambat ke bangunan lain hingga pemukiman warga.

Bukan hanya 3 unit armada dan 1 Rescue dari Kabupaten Solok, kesigapan ini dibantu pula oleh 4 unit armada serta 1 unit rescue dari Kota Solok, kemudian satu unit masing-masing dari Tanah Datar, Padang Panjang, Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, hingga Lima Puluh Kota.

Semuanya bergerak serentak, bukti nyata persaudaraan antar daerah di Sumatera Barat yang tak pernah luntur saat ada yang tertimpa musibah. Di samping petugas pemadam, Babinsa, Babinkamtibmas, aparat nagari, dan ratusan warga juga bahu-membahu membantu mengangkut air serta menjaga keamanan lingkungan.

Ketujuh ruko yang terbakar terdiri dari tujuh ruangan di lantai dua dan dua ruangan di lantai satu, yang menjadi tempat mencari nafkah sehari-hari bagi para pedagang diantaranya, Hen (50), El (45), Arga (40), Koan (55), Konter HP Jaya MP dan Kedai Kebab.

Perjuangan meredam kobaran api berlangsung berat dan melelahkan. Hingga dini hari, tepatnya pukul 03.45 WIB, baru seluruh titik api dinyatakan benar-benar padam dan aman sepenuhnya.

Usai tugas tuntas, Zulhelmi Bosy menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi.

“Kami bergerak cepat begitu laporan masuk. Tantangan terbesarnya, api yang berkobar sangat cepat dan lokasi yang berdekatan dengan bangunan lain serta padat penduduk. Alhamdulillah berkat gotong royong seluruh unsur dan bantuan dari daerah tetangga, api berhasil dikuasai tanpa menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Sangat beruntung api dapat dipadamkan dengan cepat sebelum sempat meluas. Mengingat wilayah ini sangat padat dengan bangunan yang berdempetan, jika sempat merambat, dampak kerugian yang ditimbulkan pasti akan jauh lebih besar dan melibatkan lebih banyak warga.

“Syukur alhamdulillah, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa sedikitpun. Namun kerugian materi yang dialami para korban masih dalam proses penghitungan, sementara penyebab pasti terjadinya kebakaran masih terus diselidiki secara mendalam oleh pihak berwenang,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *